
Keterangan Gambar : Raden Cici Sistiansyah, Kadisdik Sergai dan Darwin, Korwil Dolok Merawan. Foto dikutip dari akun facebook Dewan Pendidikan Sergai dan akun facebook Empatsembilan Pamela.(Kolase foto/Mitra Polda.Online).
Serdang Bedagai, Sumatera Utara – Mitra Polda. Online :
Dibawah kepemimpinan Raden Cici Sistiansyah yang belum lama menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), seorang Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dinas Pendidikan Kecamatan Dolok Merawan, Darwin, bersama dengan para Kepala Sekolah (Kepsek) diduga mengadakan rapat untuk membahas tentang kebijakan merenovasi ringan atau pemeliharaan bangunan sekolah (mengecat ruangan sekolah) yang biayanya bukan bersumber dari dana bantuan operasional sekolah (BOS), tetapi dari dana tunjangan sertifikasi guru yang dibandrol sebesar 2,5 persen dari jumlah total dana sertifikasi yang diterima oleh guru-guru.
Korwil Dolok Merawan dan Kepsek disebut mengadakan rapat atau musyawarah diduga untuk membahas agar bisa melakukan pungutan liar (pungli) kepada guru-guru.
“Iya, memang dibilang Korwil sama Kepala Sekolah. Datanglah si Darwin sebagai Korwil baru, rapat lah orang itu, habis rapat kata Korwil, untuk kenyamanan kelas, setiap sertifikasi keluar dikutip 2,5 persen untuk ngecat sekolah,” ungkap sumber dari orang dalam disatuan Dinas Pendidikan Kecamatan Dolok Merawan yang meminta namanya tidak disebutkan.
“Serti keluar dikutip 2,5 persen untuk ngecat sekolah, kok gak sekalian aja sama seng-seng yang bocor, supaya cantik sekolah dan gak keluar uang BOS nya..?. Tolong lah, ini gak adil, udah gak betul kayak gini caranya. Baru Bulan Desember (menjabat Korwil), masa langsung gitu permainannya,” ungkap sumber mengkritik kinerja Darwin selaku Korwil Dolok Merawan.
Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang, mitrapolda.online mencoba melakukan konfirmasi kepada Korwil Dolok Merawan, Darwin, melalui sambungan telepon dan pesan whatsapp (WA), dimulai pada Kamis 7 Januari 2025 sampai hari ini 12 Januari 2025, tapi Darwin bungkam tidak berani memberikan keterangan.
Tim mitrapolda.online juga melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 102129 KP MAINU, Sarmauli Simbolon.
“maaf pak saya gak pernah menyuruh gr² utk mengecet ruang kls,” kata Sarmauli.
Terkait adanya keluhan guru, mitrapolda.online juga melakukan konfirmasi kepada Kadisdik Sergai, Raden Cici Sistiansyah, dirinya menegaskan tidak ada memberikan perintah terkait hal tersebut.
“tidak ada arahan ataupun perintah dari dinas pendidikan
terkait dugaan tsb, akan saya cari informasi dan kalau ada bukti yg kuat dapat dilaporkan kepada kami dinas pendidikan,” balas Raden Cici Sistiansyah.
Saat dikonfirmasi semenjak kepempimpinan Raden Cici Sistiansyah yang baru hitungan bulan sudah ada dugaan oknum Korwil yang baru hitungan hari diduga membuat kebijakan dengan rapat bersama Kepala Sekolah diduga agar bisa melakukan “pungli” dana sertifikasi guru, tapi Kadisdik Sergai Raden Cici Sistiansyah tidak memberikan tanggapan.
Anehnya lagi, diduga guru-guru diarahkan untuk membuat surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai, pada Kamis 8 Januari 2026, surat tersebut berisikan :
“Bersedia menerima kunjungan Bapak Korwil Kec Dolok Merawan yaitu Bapak Darwin, SPd dan saran serta arahan dari Bapak Darwin untuk memperindah demi kenyamanan dan kelancaran belajar peserta didik”.
Surat pernyataan tersebut terkesan janggal, diduga surat pernyataan tersebut sengaja dibuat untuk “cuci tangan”.
Kinerja Satuan Dinas Pendidikan Sergai dipimpin Raden Cici Sistiansyah disorot publik akibat dugaan kebijakan “pungli” yang diduga diprakarsai oleh Korwil Dolok Merawan dan Kepsek.
Upaya konfirmasi telah dilakukan mitrapolda.online kepada Kadisdik Sergai, Raden Cici Sistiansyah. Korwil Dolok Merawan, Darwin. Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) yang juga Plt Kepala Sekolah SD Negeri 102123 Dolok Merawan, Hiras Lumbantoruan, tapi hingga berita diterbitkan, semua “bungkam” tidak memberikan tanggapan. (IRLAN).

