MitraPolda.online – Sergai, Sumatera Utara :
Seorang ibu rumah tangga yang bernama Bela Pratiwi alias Bela (23) warga Dusun Ladangan Desa Buluh Duri, yang saat ini berdomisili di Dusun 2 Desa Marjanji Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara akan dilaporkan ke pihak kepolisian terkait dugaan penipuan dan investasi bodong, Selasa (30/9/25).
Bela diduga melakukan penipuan dengan bisnis investasi uang seolah koperasi simpan pinjam yang bisa memberikan keuntungan besar dan berlipat ganda dalam waktu singkat bagi siapa saja yang bergabung dengan bisnisnya.
Bela mengaku bisa menggandakan uang dengan alasan bisnis investasi uang (modus simpan pinjam) yang dana awalnya (modal) bersumber dari puluhan ibu-ibu rumah tangga yang berjumlah sekitar 30 orang dengan nominal ditaksir sekitar Rp. 1 Milyar.
“Setau kami ada sekitar 30 orang anggotanya bang, sekitar 1 milyar, semalam ada beberapa orang kami kumpulan hampir 500 juta uang kami semua yang gak dipulangkan, belum lagi yang lainnya,” ucap ibu-ibu rumah tangga yang menjadi korban Bela berinisial M dan N didampingi 2 orang lainnya.
Bela diduga sengaja melakukan penipuan dengan menjalankan bisnis investasi bodong yang dapat mengembangkan uang dengan modus seolah seperti koperasi simpan pinjam.
Bela disebut memberikan pinjaman kepada yang meminjam uang darinya dengan bunga sebesar 10 persen dalam setiap tujuh harinya (seminggu ), dengan menggunakan modal dari puluhan ibu-ibu rumah tangga yang telah menanamkan modalnya.
Bela berjanji akan memberikan keuntungan sebesar 10 persen dalam setiap 10 harinya kepada orang yang menanamkan modalnya.
Jumlah 10 persen keuntungan tersebut dihitung dari besaran nominal jumlah uang yang diterima ataupun disetorkan kepadanya.
“10 persen selama 10 hari bang, kalau misalkan invest 10 juta, 10 hari kita dikasi keuntungan 1 juta, kalau invest 50 juta, 10 hari dikasi 5 juta, tapi cuma sekali atau dua kali aja, siap itu modal awak pun raib gak dipulangkan,” ungkap korban.
Belakangan ini, dugaan penipuan Bela mulai terbongkar, karena uang yang dikumpulkan dari puluhan orang pemodal yang mencapai Rp.1 milyar diduga sebagian besar dipakai untuk kepentingan pribadinya.
Diduga untuk menutupi dugaan penipuannya agar tidak mencolok, Bela menggunakan modus yang sangat rapi, dengan cara sebagian uang yang diterimanya dari pemodal sekitar Rp. 1 Milyar, tapi hanya sekitar Rp. 100 jutaan saja yang sengaja diputarkan/dijalankan atau dipinjam-pinjamkan kepada orang lain, agar puluhan pemilik uang yang telah ikut invest dengan Bela semakin yakin bahwa uang mereka semuanya seolah-olah benar-benar tertanam diluar (nyangkut dilapangan) atau berada ditangan orang lain.
Diduga cara itu dipakai Bela sebagai tipu muslihat untuk menipu para korbannya agar dapat menggelapkan uang mereka tersebut dan menghindar dari tanggungjawabnya.
Dengan jumlah uang yang telah diterima Bela dari puluhan orang pemodal yang ditaksir seluruhnya mencapai Rp. 1 milyar, Bela tidak menepati janjinya untuk memberikan keuntungan 10 persen setiap 10 harinya kepada seluruh pemilik uang.
Pemilik uang rata-rata diduga hanya diberikan keuntungan dua atau tiga kali saja, setelah itu Bela sengaja tidak memberikannya lagi dan uang modal mereka juga tidak dikembalikan.
Diduga bisnis investasi uang tersebut tidak benar-benar ada, sehingga secara otomatis bisnis Bela berhenti hanya hitungan 2 sampai 3 bulan saja.
Puluhan korban yang pada umumnya adalah ibu-ibu rumah tangga saat ini resah karena mengalami kerugian dan merasa tertipu.
Dengan modus “investasi bodong” tersebut, dalam hitungan bulan saja kehidupan Bela berubah secara drastis, diduga dengan uang investasi tersebut Bela membangun rumah dan membeli beberapa unit mobil dan membeli lahan kebun kelapa sawit.
Tapi dalam rekaman yang beredar, Bela membantah bahwa aset yang dimilikinya saat ini bukanlah dari hasil bisnis investasi uang tersebut.
Perkataan Bela itu muncul karena puluhan pemilik uang korban dari bisnis “investasi bodong” Bela, semuanya meminta agar uang modal mereka dikembalikan secara utuh.
Dalam rekaman tersebut nada bicara Bela marah-marah dan menjelaskan bahwa dirinya sampai kapanpun tidak akan menjual aset miliknya untuk mengembalikan uang-uang para korbannya walaupun dia harus dipenjara.
Anehnya lagi, setelah adanya ribut-ribut belakangan ini Bela mengatakan bahwa dirinya lah yang menjadi “budak” dari puluhan pemilik uang, diduga Bela sengaja ingin memutar balikkan fakta bahwa seolah-olah dirinyalah yang sebenarnya menjadi korban dari puluhan orang yang telah menyerahkan uang modal (investasi) kepadanya.
Padahal diduga Bela yang telah mengelabui puluhan orang pemilik uang yang kebanyakan korbannya ibu-ibu rumah tangga yang telah memberikan uang puluhan juta bahkan ratusan juta kepadanya, karena tergoda dengan iming-iming mendapatkan keuntungan besar yang dijanjikan Bela dengan bisnis investasi itu.
Janji Bela untuk memberikan keuntungan sebesar 10 persen dalam setiap 10 harinya kepada seluruh “investornya” yang telah menginvestasikan uang mereka dan modal mereka akan aman, semua itu hanyalah janji palsu.
Diduga iming-iming dapat menghasilkan dan memberikan keuntungan dalam setiap 10 harinya sebesar 10 persen dari jumlah uang yang diinvestasikan itu hanyalah janji manis Bela, diduga itu adalah trik atau modus tipu-tipu Bela yang sengaja dibuat untuk memperdaya ibu-ibu rumah tangga dan teman-teman dekatnya agar tergiur supaya mau memberikan sejumlah uang dengan alasan investasi.
Puluhan korban yang telah memberikan atau menanamkan uang (modal) mereka dengan Bela akhirnya banyak yang kecewa karena merasa ditipu oleh Bela dan mereka dirugikan karena sudah kehilangan uang mereka yang sampai saat ini tidak dikembalikan oleh Bela.
Diduga modus Bela sengaja memberikan keuntungan hanya dua kali atau tiga kali saja kepada para korban yang telah menanamkan modalnya (investasi), setelah itu Bela tidak lagi memberikan keuntungan dan bahkan uang modal pokok mereka yang telah diinvestasikan tidak dikembalikan lagi.
Saat dimintai tanggungjawabnya untuk mengembalikan uang mereka, Bela tidak mau mengembalikan dengan berbagai macam alasan.
Kepada media Mitra Polda, beberapa ibu-ibu rumah tangga yang menjadi korban bisnis “investasi bodong” yang dilakukan Bela, menjelaskan bahwa uang modal mereka tidak dikembalikan oleh Bela.
“Uang ku sekitar Rp 80 juta Bang, jangankan keuntungan yang dijanjikannya, sampai sekarang uang ku gak dikembalikan, aku minta uang ku agar dikembalikan tapi tidak dikembalikan, bukan nya untung malah rugi kami bang,” ungkap salah satu ibu rumah tangga berinisial M yang menjadi korban bisnis investasi Bela.
Begitu juga ibu rumah tangga lainnya berinisial N, mereka mengaku memberikan uang sekitar hampir Rp 50 juta, dan mengaku sudah tiga kali diberikan keuntungan yang dijanjikan 10 persen dalam 10 hari, tapi setelah itu tidak diberikan lagi, malah uang modalnya belum juga dikembalikan.
Korban lainnya berinisial NP bersama ibu rumah tangga lainnya yang mengalami kerugian hingga puluhan juta juga tidak dikembalikan uangnya hingga saat ini.
“Pernah dikasi dua kali waktu invest pertama, siap itu aku invest lagi, tapi invest yang kedua gak pernah dikasi lagi sampai saat ini, uang kami pun gak dikembalikan, masih sama Bela, sudah kami tagih puluhan kali tapi gak dikasi,” jelas mereka kecewa dan merasa tertipu.
Untuk memastikan keluhan dan laporan dari ibu-ibu rumah tangga yang menjadi korban “investasi bodong” bisnis Bela tersebut, Tim Mitra Polda langsung melakukan konfirmasi kepada Bela Pratiwi alias Bela melalui pesan chat WA dan juga langsung datang ke rumah Bela didampingi keluarganya, ibu rumah tangga yang masih muda ini mengaku memang ada menjalankan bisnis investasi uang tersebut.
Bela juga mengaku banyak orang yang datang untuk meminta kembalikan uang mereka, tapi Bela tidak mampu membayar atau mengembalikan semuanya dengan alasan sedang oleng (pusing) dan alasan-alasan lainnya yang tidak masuk diakal.
Bela ibu rumah tangga yang baru beberapa tahun menikah ini diduga sudah berpengalaman melakukan aksinya dengan modus mengunggah bisnis investasi uang itu di sosial media (facebook) miliknya, diduga Bela sengaja memposting bisnis investasi bodongnya untuk memikat korbannya, dan setelah itu dengan rayuannya yang manis dan bujukannya Bela meyakinkan para pemilik uang yang rata-rata ibu-ibu rumah tangga agar semakin yakin dan tertarik untuk menginvestasikan uang mereka kepada Bela.
Diduga puluhan korbannya tergiur dengan ajakan Bela dengan keuntungan yang besar yakni 10 persen setiap 10 harinya terhitung dari saat modal itu diberikan atau disetorkan kepada Bela.
Diduga Bela sudah berpengalaman dengan modus tipu-tipu bisnis investasi uang yang dikerjakannya itu, karena Bela mengaku dari awal menjalankan bisnisnya dia mengetahui akan adanya gejolak dan keributan yang bakal terjadi.
“Sebelum ada masalah ini kami tau pasti bakal ada resiko dibalik usaha yang kami jalankan,” ungkap Bela saat berkomunikasi melalui pesan chat kepada Tim Mitra Polda.
Diduga Bela mengancam tidak akan mengembalikan uang mereka semuanya kalau dirinya diviralkan.
Para pemilik uang yang polos akhirnya selalu mengikuti janji-janji dan perkataan Bela karena takut kehilangan uang mereka, sehingga permasalahan ini seperti tertutup rapi dan tidak terlalu heboh ke publik, seolah-olah sudah tidak ada masalah.
Belakangan ini saat ditagih para korbannya Bela marah-marah, melalui pesan chat yang didapat Tim Mitra Polda, Bela juga seolah sok menantang tidak takut akan dilaporkan ke penegak hukum dan tidak takut juga jika diviralkan.
“Bilang sama yang invest, udah maunya cemana, maunya gimana, aku ikut kelen aja. Kelen mau melaporkan aku dengan ancaman-ancaman kelen selama ini, kelen mau viral kan aku terserah, udah males aku berdebat sama kelen,” katanya seolah menantang.
Diduga Bela menganggap ibu-ibu rumah tangga yang menjadi korban dari bisnis investasinya semuanya adalah orang bodoh yang selalu diam dan tak mampu berbuat apa-apa karena mendengarkan berbagai alasan-alasan yang diberikannya.
“Kalau kelen mau melaporkan ataupun mau memviralkan ku silahkan dengan hormat.,” katanya lagi, seolah-olah Bela tidak terima ditagih dengan alasan merasa diserang.
Terkait hal itu, empat orang korban yang didampingi oleh Tim Wartawan Mitra Polda akan menempuh jalur hukum dan membuat laporan resmi ke pihak kepolisian terkait dugaan penipuan tersebut.Rls*** (TIM).


Laki bini penipu
Uang saya raib sama suaminya
Mobil hampir raib
Uang sewa mobil raib 2jt lebih
Semoga segera di beri tindak pidana agar tidak ada korban selanjurnya
Terimakasih