BerandaNusantaraDKI JakartaTerungkap fakta baru Skandal Mutasi exs Wadir umum RSUD RAT Kepri (PR),Dugaan...

Terungkap fakta baru Skandal Mutasi exs Wadir umum RSUD RAT Kepri (PR),Dugaan Intervensi exs Dirut dan mafia Anggaran RSUD RAT

Riau — mitrapolda.online – Aroma tak sedap kembali menyeruak dari tubuh Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) Provinsi Kepulauan Riau.

Mutasi salah satu pejabat penting rumah sakit tersebut, yakni mantan Wakil Direktur umum (Wadir) sdr PR, pada bulan mei 2023 memunculkan dugaan adanya skandal besar di balik keputusan tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun oleh awak media, dan juga aktifis pengiat anti korupsi,mutasi tersebut diduga tidak murni karena evaluasi kinerja, melainkan akibat adanya intervensi kuat dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Sdr. M. Bisri, yang disebut-sebut ingin menutupi adanya dugaan permainan anggaran oleh para oknum yang selama ini beroperasi di lingkaran RSUD RAT bersama mantan Direktur RSUD RAT, Sdr. Dr.Yusmanedi.

Sejumlah narasumber menyebut, mantan Wadir RSUD RAT justru menjadi korban dalam pusaran permainan oknum pejabat dan kelompok mafia anggaran yang berusaha menjadikan dirinya sebagai kambing hitam atas berbagai persoalan keuangan dan proyek di rumah sakit tersebut.

“Secara personal, Wadir ini difitnah seolah-olah terlibat KKN, padahal banyak kegiatan dan kebijakan diambil sepihak oleh jajaran pimpinan lama RSUD RAT. Bahkan ada proyek yang dialihkan tanpa sepengetahuannya,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Lebih jauh, sumber tersebut juga menyebut bahwa opini publik semakin liar karena adanya hubungan keluarga antara mantan Wadir dan salah satu pejabat tinggi di Provinsi Kepri, sehingga isu seolah-olah Wadir umum RSUD RAT memanfaatkan kedekatan itu untuk kepentingan pribadi.

Padahal, menurut sejumlah sumber yang beredar di kalangan internal maupun masyarakat berbagai proyek seperti servis AC, perbaikan genset, dan rehabilitasi pagar RSUD RAT ternyata bermasalah.

Beberapa kontraktor mengaku hingga kini belum menerima pembayaran dengan alasan “dokumen masih dalam proses verifikasi dan riview” atau “masih dipelajari”.

Kondisi ini justru memperlihatkan adanya saling lempar tanggung jawab antara pihak RSUD RAT dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, hingga menimbulkan dugaan kebocoran anggaran dan mark up defisit keuangan RSUD RAT.

“Setelah mutasi Wadir dilakukan, muncul tagihan dari berbagai rekanan proyek yang belum dibayarkan. Namun, para pejabat terkait seolah saling cuci tangan,” ujar sumber lain.

Ironisnya, menurut sejumlah media lokal, pemberitaan mengenai defisit anggaran dan dugaan praktik mafia proyek di RSUD RAT sempat mencuat, namun kemudian seolah dibungkam oleh kekuatan besar yang berusaha menutupi skandal tersebut.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat bahwa para oknum yang bermain di balik anggaran kesehatan Kepri telah merasa kebal hukum dan terlindung oleh jejaring kekuasaan tertentu.

Masyarakat pun berharap agar pemerintah pusat, khususnya Kejaksaan Agung RI, dapat turun tangan menelusuri dugaan skandal ini secara menyeluruh, agar terang benderang siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas defisit dan tumpukan hutang RSUD RAT yang hingga kini belum terselesaikan.

“Kasus ini jangan dibiarkan tenggelam. Jika benar ada praktik mafia anggaran di sektor kesehatan, itu bukan sekadar pelanggaran administrasi, tapi kejahatan terhadap rakyat yang membutuhkan layanan kesehatan,” tegas sumber investigatif yang ikut Memberikan dokumen pendukung kepada awak media.

Bersambung …

Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan hasil temuan dan dokumen yang diterima redaksi, serta keterangan narasumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan. Semua pihak yang disebut memiliki hak jawab dan klarifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

RELATED ARTICLES

43 KOMENTAR

  1. Masyarakat Kepri butuh pelayanan kesehatan, bukan tontonan skandal anggaran. Kejaksaan Agung harus turun tangan, usut tuntas mafia di RSUD RAT.

    • Ayo kita berantas korupsi…ne seperti ny mereka yg di Kepri (kepulauan Riau) tidak takut di penjara..atau memang mereka kebal hukum..ayo KPK bersihkan semua koruptor yg ada di Kepri..TAKBIR.. ALLAHU AKBAR.. ALLAHU AKBAR

  2. Istrinya di lengserkan dari RSUD RAT,
    Suaminya korban tipu gelap,
    Bukanya mendapat keadilan malah dilaporkan….
    Sungguh malang nasib mereka…

    • @kiki, apa benar kontraktornya dilaporkan pihak RSUD RAT ke polres ia ?
      Jadi lucu banget persoalannya 🤭🤭🤭
      Jk yg dilaporkan personal ceritanya makin menarik nih…

  3. Manajemen RSUD RAT dan Dinas Kesehatan Kepri kompak bungkam. Ada udang di balik batu nih, jangan-jangan semua ikut menikmati anggaran haram.”

  4. Manajemen RSUD RAT dan Dinas Kesehatan Kepri kompak bungkam. Ada udang di balik batu nih, jangan-jangan semua ikut menikmati anggaran haram.”

  5. @kiki, apa benar kontraktornya dilaporkan pihak RSUD RAT ke polres ia ?
    Jadi lucu banget persoalannya 🤭🤭🤭
    Jk yg dilaporkan personal ceritanya makin menarik nih…

  6. sungguh miris kehidupan sahabat kami…
    dari kecil beliau menderita akibat perpisahan orang tua.
    moga Allah SWT menerima amal ibadahmu wahai sobat …

  7. Dalam kasus proyek pemerintah yang sedang berjalan ketika terjadi mutasi pejabat, tanggung jawab atas pekerjaan tersebut akan beralih. Berikut adalah penjelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab, beserta dasar hukumnya:

    Tanggung Jawab Pejabat Lama

    Pejabat lama tetap bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang diambil selama masa jabatannya. Tanggung jawab ini mencakup :

    – Keputusan dan tindakan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB).

    – Kerugian negara yang timbul akibat kesalahan atau kelalaian selama menjabat.

    Tanggung Jawab Pejabat Baru

    Pejabat baru bertanggung jawab untuk melanjutkan dan menyelesaikan proyek yang sedang berjalan. Ini termasuk :

    – Memastikan proyek berjalan sesuai rencana kerja dan anggaran yang telah ditetapkan.

    – Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.

    – Mengambil keputusan yang diperlukan untuk kelancaran proyek.

    Dasar Hukum

    1. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan

    – UU ini menjadi dasar hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan dan upaya meningkatkan good governance.

    – UU ini mengatur mengenai keputusan dan/atau tindakan badan dan/atau pejabat pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan AUPB.

    2. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

    – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memiliki posisi strategis dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kontrak.

    – PPK bertugas menetapkan rencana pengadaan, spesifikasi teknis, menyusun dokumen pemilihan, menetapkan pemenang, menandatangani kontrak, hingga mengawasi dan melakukan pembayaran.

    3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 34 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelesaian Kerugian Negara Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara dan Pejabat Lain

    – Mengatur tata cara penyelesaian kerugian negara terhadap pegawai negeri bukan bendahara dan pejabat lain.

    – Tuntutan ganti kerugian negara dapat dilakukan terhadap uang, surat berharga, dan/atau barang milik negara yang berada dalam penguasaan pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain.

    Implikasi Mutasi Pejabat

    Mutasi pejabat di tengah proyek dapat menimbulkan beberapa dampak negatif, seperti :

    – Keterlambatan proyek karena pejabat baru memerlukan waktu untuk memahami proyek.

    – Perbedaan persepsi atau kebijakan antara pejabat lama dan baru.

    – Hilangnya pengetahuan yang bersifat tacit knowledge (tidak tertulis) yang dimiliki pejabat lama.

    Upaya Mitigasi

    Untuk meminimalkan dampak negatif mutasi, perlu dilakukan langkah-langkah seperti :

    – Proses alih tugas yang terstruktur dan komprehensif.

    – Dokumentasi proyek yang baik dan sistem informasi yang terdokumentasi dengan baik.

    – Komunikasi yang efektif antara pejabat lama dan baru, serta dengan tim pelaksana proyek dan penyedia jasa.

  8. Jika dilihat dan diurut dari alur dan patut adalah :

    Gubernur

    Sebagai kepala daerah, Gubernur memiliki tanggung jawab tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat provinsi. Ini mencakup pengawasan terhadap pelaksanaan proyek-proyek pemerintah dan penyelesaian masalah yang timbul. Gubernur memiliki kewenangan untuk mengambil langkah-langkah korektif dan memastikan bahwa proyek diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

    Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda)

    Sekda adalah pejabat tertinggi dalam struktur birokrasi pemerintahan provinsi dan bertanggung jawab membantu Gubernur dalam mengkoordinasikan pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan Dalam konteks proyek bermasalah, Sekda bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua dinas dan badan terkait bekerja sama untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Kepala Dinas/Badan Terkait

    Kepala dinas atau badan yang bertanggung jawab atas proyek tersebut memiliki tanggung jawab operasional untuk menyelesaikan masalah yang timbul. Ini termasuk melakukan audit internal, mengidentifikasi penyebab masalah, dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan. Jika terjadi mutasi pejabat, kepala dinas/badan yang baru bertanggung jawab untuk melanjutkan upaya penyelesaian masalah yang telah dimulai oleh pejabat sebelumnya.

  9. Jangan lh menzolomi saudara kita yg lg tdk berdaya,,hukum karma tuhan berlaku sobat jangan karna seorang pejabat merasa diri nya berkuasa ,,dan sesuka hati menindas orng yg lemah….ingat di atas langit msh ada langit

  10. Jangan lh menzolomi saudara kita yg lg tdk berdaya,,hukum karma tuhan berlaku sobat jangan karna seorang pejabat merasa diri nya berkuasa ,,dan sesuka hati menindas orng yg lemah….ingat di atas langit msh ada langit

  11. Klo ngk salah berita ini ada kaitannya dengan berita “Gerombolan Ini Berhasil Adu Domba Gubernur Kepri Dengan ponakan Ansar pun masuk jebakan”
    Jadi cerita ini belum juga usai ia….
    Berepisode pula….
    Klu gitu boleh kita undang NETFLIX kwkwkw🤭🤭

    • Cerita Malin Kundang adalah kisah seorang anak yg durhaka pada ibunya atas kehendak sang maha kuasa sang anak disumpah jadi batu.
      “Sepertinya yg terjadi pada persoalan diatas adalah kebalikannya deh”
      Terus mau dinamain apa ?
      Jadi apa pula akhirnya ?
      Moga Allah SWT selalu memberikan jalan kembali kepada hamba yg dikehendakinya.

  12. Cerita Malin Kundang adalah kisah seorang anak yg durhaka pada ibunya atas kehendak sang maha kuasa sang anak disumpah jadi batu.
    “Sepertinya yg terjadi pada persoalan diatas adalah kebalikannya deh”
    Terus mau dinamain apa ?
    Jadi apa pula akhirnya ?
    Moga Allah SWT selalu memberikan jalan kembali kepada hamba yg dikehendakinya.

  13. Kalau TDK cepat sadar mereka yg di Kepri bisa-bisa nasib mereka akan sama dengan gubernur yg kemaren kena OTT sama KPK… mudah mudahan aja Allah membalas perlakuan jahat mereka karena kedzaliman yg udah mereka buat.

  14. Kalau TDK cepat sadar mereka yg di Kepri bisa-bisa nasib mereka akan sama dengan gubernur yg kemaren kena OTT sama KPK… mudah mudahan aja Allah membalas perlakuan jahat mereka karena kedzaliman yg udah mereka buat.,.aamin y rabbal alamiin

    • Besar harapan kita seperti itu.
      Namun terkadang harapan tdk sesuai yg di inginkan apa lagi persoalan ini ada kaitannya dgn sang Penguasa saat ini…

  15. Ya saya setuju klu kasus korupsi di kepri di usut tuntas oleh kpk,,karna klu engk di usut tuntas banyak orang yg di rugi kan dlm mslh RSud Rat ,,dan banyak orng yg terzolimi dlm prihal dlm kasus ini,,, tegak kan lh keadilan buat saudara kita yg telah di rugi kan pada pihak yg bersangkutan dlm mslh korupsi ini…..

  16. Ya saya setuju klu kasus korupsi di kepri di usut tuntas oleh kpk,,karna klu engk di usut tuntas banyak orang yg di rugi kan dlm mslh RSud Rat ,,dan banyak orng yg terzolimi dlm prihal dlm kasus ini,,, tegak kan lh keadilan buat saudara kita yg telah di rugi kan pada pihak yg bersangkutan dlm mslh korupsi ini…..

  17. apakah kalian tak merasa punya malu kepada Allah SWT, sebaiknya kalian kembalikan hak – hak org yg telah melaksanakan pekerjaannya, ketahuilah kalian Wahai Pendusta…
    Mereka yg telah bekerja pasti mengharapkan hasil dari pekerjaan mereka….
    sudah bertahun2 hak org kalian tahan….
    @KPK RI
    @KEJAKSAAN AGUNG RI
    @PPATK
    @MABES POLRI
    @MENDAGRI
    @MENTRI KEUANGAN
    @KEMENKES
    @OMBUDSMAN RI
    @LPSK
    @KPPU@
    @GUBERNUR KEPRI
    @RUUD RAT Kepri

  18. unik juga persoalan ini,
    masih ada juga org jahat seperti ini…
    nasehat “sebaiknya bersegeala kalian bertobat sebelum pintu taubat tertutup untukmu..

    • Iya,kiamat kecil udh kelihatan bertaubat lh wahai saudara2 qu ….. Bencana yg sudah ada skrg udh kelihatan,,itu sbnrnya sebagai teguran buat kita ,,sebelum terlambat msh ada waktu.benahi lh berhenti lh menzolimi orng ,,banyak orng yg menderita dlm kasus Rsud rat tanjung pinang ini

  19. Iya kiamat kecil udh kelihatan segera lh betaubat ,,bencena yg ada ,,sdh kelihatan di mata kita skrg,,udh mendekati akhir zaman bertaubat lh saudara qu sblm terlambat,,

  20. Kepada saudara2ku sebangsa dan setanah air, mhn bantu Viralkan Berita ini agar tidak ada lagi yg berani berbuat dzalim sesama kita….

    PERJUANGAN KELUARGA KONTRAKTOR KECIL: KETIKA PENGABDIAN BERUBAH MENJADI PENDERITAAN
    Sebuah kisah nyata tentang pengabdian, harapan, dan perjuangan untuk keadilan
    Latar Belakang: Perjalanan yang Penuh Harapan
    Pada tahun 2022, beberapa kontraktor kecil menerima kesempatan mengerjakan proyek di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau. Dengan semangat membangun daerah dan penuh dedikasi, mereka menyelesaikan pekerjaan dengan baik sesuai kontrak.
    Namun hingga 23 Desember 2025—hampir tiga tahun kemudian—pembayaran yang menjadi hak mereka belum juga diterima. Keluarga-keluarga ini terus menunggu dengan harapan yang semakin memudar.
    Kronologi Permasalahan
    Awal 2023: Kepercayaan yang Dilanjutkan
    Meski pembayaran proyek sebelumnya belum diterima, para kontraktor tetap menerima pekerjaan baru di RSUD RAT sebagai bentuk itikad baik dan kepercayaan terhadap institusi pemerintah. Namun pada Mei 2023, pekerjaan dihentikan secara sepihak tanpa surat resmi dan tanpa penyelesaian kewajiban pembayaran.
    Januari-Mei 2023: Pengelolaan Parkir
    Atas permintaan RSUD RAT, para kontraktor diminta mengelola area parkir rumah sakit. Selama lima bulan, mereka membayar gaji karyawan dan juru parkir dari dana pribadi. Ketika mengajukan klaim penggantian biaya operasional yang sah, permohonan mereka ditolak. Hingga akhir 2025, kewajiban ini belum diselesaikan.
    Konspirasi dalam Proyek Pengamanan dan Kebersihan
    Pekerjaan yang sedang berjalan—yaitu proyek pengamanan dan kebersihan—juga dirampas secara tidak adil oleh pihak pemilik perusahaan yang dipinjam namanya untuk mengerjakan proyek tersebut. Tindakan ini diduga kuat merupakan hasil dari konspirasi dan persekongkolan yang merugikan kontraktor.
    Agustus 2025: Upaya Dialog yang Berujung Masalah
    Dengan kondisi ekonomi yang semakin terdesak, para kontraktor mendatangi RSUD RAT untuk meminta penyelesaian hak-hak mereka secara baik-baik. Namun, situasi berkembang menjadi tidak kondusif. Tanpa adanya tindak kekerasan atau perusakan, mereka justru dilaporkan kepada pihak kepolisian.
    Dampak yang Dialami Keluarga
    Sejak permasalahan ini terjadi, kehidupan para kontraktor dan keluarganya mengalami kesulitan berat:
    Salah satu istri kontraktor mengalami keguguran pada kehamilan pertamanya akibat tekanan mental yang berkepanjangan
    Aset pribadi terpaksa dijual untuk membayar kewajiban kepada para pekerja yang juga menunggu upah mereka
    Kendaraan ditarik oleh leasing karena ketidakmampuan membayar cicilan
    Kondisi kesehatan keluarga menurun namun tidak mampu mengakses layanan kesehatan yang memadai
    Di tengah kesulitan ekonomi, mereka harus menghadapi proses hukum
    Pertanyaan untuk Kita Renungkan Bersama
    Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi keadilan dan kesejahteraan rakyat, kita perlu merenungkan:
    Bagaimana seharusnya institusi pemerintah memperlakukan mitra kerja mereka?
    Apakah penyelesaian kewajiban pembayaran sesuai kontrak bukan merupakan hak yang harus dipenuhi?
    Berapa banyak keluarga kontraktor kecil yang mengalami nasib serupa?
    Bagaimana kita dapat memastikan sistem pengadaan yang lebih adil dan transparan?
    Harapan dan Permohonan
    Kami berharap kisah ini dapat menjadi perhatian bersama untuk:
    Kepada Pemerintah dan Lembaga Terkait:
    Melakukan audit dan investigasi yang objektif terhadap kasus ini
    Memastikan penyelesaian kewajiban pembayaran sesuai kontrak yang berlaku
    Meninjau ulang sistem pengawasan dalam pelaksanaan proyek pemerintah
    Kepada Media dan Jurnalis:
    Membantu mengungkap fakta secara berimbang dan objektif
    Memberikan ruang bagi semua pihak untuk menyampaikan penjelasan
    Kepada Masyarakat Indonesia:
    Memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berjuang
    Ikut mengawasi penggunaan anggaran publik di daerah masing-masing
    Menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap kontraktor kecil dan UMKM
    Kepada Lembaga Pengawas:
    Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan
    Memastikan tidak ada praktik konspirasi dan persekongkolan dalam pengadaan proyek
    Mari Bersama Membangun Sistem yang Lebih Adil
    Kasus ini bukan hanya tentang satu keluarga atau beberapa kontraktor. Ini tentang membangun sistem yang adil, transparan, dan melindungi hak-hak semua pihak—terutama pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
    Kontraktor kecil adalah mitra pembangunan yang seharusnya dilindungi, bukan dikorbankan. Mereka adalah wajah UMKM Indonesia yang berani mengambil risiko untuk membangun negeri.
    Suara kita adalah kekuatan untuk perubahan.
    Jika Anda peduli pada keadilan, perlindungan UMKM, dan masa depan yang lebih baik untuk Indonesia, mari bersama-sama mendukung penyelesaian kasus ini secara adil dan bermartabat.
    Karena keadilan bukan hanya untuk yang berkuasa, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia.
    Hari ini mereka, besok bisa jadi kita atau keluarga kita.
    #KeadilanUntukKontraktorKecil #LindungiUMKM #TransparansiProyekPemerintah #IndonesiaAdil

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments