Kinali PasBar,MitraPoldaNews.online-Pada Senin malam 24 Juli 2023, Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat Decky H Sahputra menghadiri pagelaran perdana Kesenian Dolalak di Dusun III Porworejo Jorong Bancah Kariang Wonosari, Kinali.
Dolalak atau Ndolalak merupakan kesenian khas kabupaten Purworejo dan sekitarnya. Tarian ini muncul karena pengaruh dari kolonial Belanda.

Fungsi tari Dolalak dilingkungan Kabupaten Purworejo dan sekitarnya sebagai berikut:
*Hiburan di kalangan masyarakat biasanya ditanggap (Jawa)
*Penyambutan Tamu
*Dan tari Dolalak sering dipentaskan saat hari besar nasional dan hari raya kejawen.
Pagelaran Dolalak di Wonosari merupakan buah usaha dan kerja keras dari Paguyuban Ndolalak KRIDO MUDO yang diketuai oleh Bpk. Kasmidi. Paguyuban ini beranggotakan 32 orang penari laki-laki, 15 penari perempuan, dan 18 orang pemain musik. Namun penari yang tampil tidak sekaligus. Penari bisa tampil solo, duet, atau secara kelompok maksimal 12 orang. Penarinya bisa tampil secara bergantian.
Kesenian Dolalak awalnya dimainkan oleh laki-laki dengan mengenakan seragam warna hitam dan bercelana pendek. Seragam yang dikenakan meniru seragam tentara Belanda pada zaman dulu. Seragam tersebut antara lain kemeja lengan panjang hitam, dipadu dengan celana pendek berwarna hitam, dilengkapi atribut mirip tentara Belanda, topipet, sampur, kaos kaki panjang, dan kacamata. Seiring perkembangan jaman munculah penari putri dan memodifikasi seragam yang dikenakan seperti ditambah perhiasaan atau menak menik yang berwarna warni dan berhias emas.
Kadis Pariwisata Pasaman Barat dalam sambutannya menyambut gembira kehadiran Paguyuban Ndolalak Krido Mudo sebagai upaya melestarikan seni budaya warisan leluhur. Hadirnya kesenian ndolalak atau dolalak ini akan memperkaya seni budaya di Pasaman Barat yang multi etnik dan multi kultural ini. Kadispar Pasbar juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas kerjasama segala pihak yang telah melahirkan paguyuban ndolalak ini, dan berjanji akan memberikan perhatian serta dukungan yang sama seperti seni budaya tradisional lainnya yang telah duluan hidup di tengah masyarakat Pasaman Barat. Kadispar juga mengharapkan agar paguyuban dolalak ini bisa tumbuh kembang sebagai perekat persatuan dan kesatuan masyarakat Wonosari khususnya, dan Pasaman Barat pada umumnya.
Sebelum meninggalkan acara yang terus berlanjut sampai tengah malam, Kadispar Pasaman Barat menyerahkan uang pembinaan kepada perwakilan paguyuban, dan foto bersama.
By :(Pahmi Lubis)

