Panipahan, Rokan Hilir –mitrqpolda.online – jumat 10/04/2026 Kesabaran masyarakat akhirnya meledak tanpa sisa.
Aksi demo jilid II hari ini berubah menjadi simbol perlawanan terbuka terhadap maraknya peredaran narkoba yang diduga beroperasi terang-terangan di bawah hidung aparat penegak hukum.Yang membuat situasi semakin panas, lokasi yang disebut-sebut sebagai pusat transaksi narkoba itu hanya berjarak selemparan batu dari kantor Polsek Panipahan.
Berkedok toko atau warung harian, tempat tersebut diduga kuat menjadi sarang jual beli barang haram yang hingga kini tak tersentuh hukum di duga milik bos narkoba bernama A.“Kalau ini bukan pembiaran, lalu apa? Jangan-jangan memang ada yang bermain!” teriak salah satu massa aksi dengan nada tinggi.
Kemarahan warga bukan tanpa alasan,Dugaan adanya beking dari oknum aparat semakin santer terdengar di lapangan. Bahkan,setelah pencopotan Kanit Reskrim Polsek Panipahan sehari sebelum demo hari ini, sumber masyarakat menyebut adanya keterlibatan oknum dari Polsek Panipahan kecamatan limau kapas dalam melindungi peredaran narkoba di wilayah Panipahan dan sekitarnya.
Situasi semakin memicu emosi publik ketika beredar kabar bahwa warga yang turun aksi akan ditindak jika tidak mengantongi izin dari aparat.“Bandar narkoba bebas jualan, tapi rakyat yang melawan malah diancam? Ini negara hukum atau negara siapa?” ucap warga dengan nada geram.Kondisi ini dinilai sebagai bentuk ironi besar dan tamparan keras terhadap komitmen pemerintah pusat dalam memberantas narkoba.
Sebagaimana digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Aksi warga Panipahan kini bukan lagi sekadar protes, tetapi telah berubah menjadi gelombang perlawanan terhadap dugaan pembiaran dan permainan kotor oknum aparat yang mencoreng institusi Polri.
Desakan keras pun mengarah ke Kapolda Riau, Hery Heryawan, untuk tidak tutup mata dan segera melakukan bersih-bersih di internal, mulai dari Polres Rokan Hilir hingga ke Polsek Panipahan kecamatan Limau Kapas.“Kalau tidak ada tindakan, jangan salahkan masyarakat kalau bergerak sendiri,Ini sudah darurat!” tegas salah satu tokoh masyarakat.
Masyarakat Panipahan memastikan, perjuangan ini tidak akan berhenti,Mereka siap turun kembali, bahkan dengan jumlah massa yang lebih besar, hingga seluruh aktivitas narkoba benar-benar ditutup dan para pelaku ditindak tanpa pandang bulu.“Ini bukan sekadar demo, ini perlawanan! Panipahan tidak mau jadi sarang narkoba!”.
sampai saat ini kami belum bisa menghubungi pihak polsek Panipahan untuk klarifikasi terkait aksi demo saat ini ,kami membuka ruang kepada semua pihak untuk rangapan dan klarifikasi pemberitaan ini supaya berimbang dan profesional.
Tim **

