Pekanbaru mitra Polda news-Pada tanggal 6 Juni 2023, Persatuan Silat Tradisional Minangkabau (PSTM) merayakan peringatan satu tahun berdirinya dengan penuh kegembiraan dan semangat. Acara ini diadakan di Gelanggang Silat Minangkabau yang terletak di Jalan Tuanku Tambusai, Gang Sabar, dan dihadiri oleh 50 orang dari perwakilan perguruan silat tradisional Minangkabau.
Awal mula terbentuknya PSTM pada tanggal 6 Juni 2022 terhitung sebagai momen bersejarah bagi dunia silat tradisional Minangkabau. Ucap ketum Tengku Antonius Sumbara Saat itu, PSTM hanya terdiri dari tujuh perguruan silat tradisional Minangkabau. Namun, dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, PSTM berhasil tumbuh dan berkembang pesat dalam waktu satu tahun. Saat ini, PSTM telah menjadi wadah hampir 30 perguruan silat tradisional Minangkabau.
Hal menarik dari PSTM adalah keragaman anggotanya. Meskipun silat ini berasal dari suku Minangkabau, PSTM tidak membatasi diri hanya untuk anggota dari suku tersebut. Di dalam PSTM, terdapat para pendekar dan guru besar yang berasal dari beragam suku, seperti Jawa, Batak, Melayu Deli, Melayu Riau, dan Sunda. Hal ini menunjukkan bahwa silat tradisional Minangkabau menjadi penyatu berbagai suku di Indonesia dan mewujudkan semangat kebersamaan.
Seiring dengan peringatan satu tahun berdirinya, penting untuk menyadari bahwa Silat Tradisional Minangkabau bukanlah hanya sekadar sarana sukuisme Minangkabau semata. Silat ini merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang patut dihargai dan dilestarikan. Hal ini dapat dilihat dari pengakuan UNESCO yang memberikan status Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) kepada Silat sebagai representasi budaya Indonesia.
Lebih dari sekadar sebuah seni bela diri, PSTM memegang peranan penting dalam melestarikan budaya asli Indonesia kepada generasi penerus. PSTM menjadikan cita-cita ini sebagai tujuan utama mereka. Melalui latihan dan pengajaran silat tradisional Minangkabau, PSTM berupaya mengajarkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, keberanian, dan rasa saling menghormati kepada para anggotanya.
Tak hanya itu, PSTM juga aktif dalam mengadakan berbagai kegiatan sosial dan budaya yang turut memperkenalkan silat tradisional Minangkabau kepada masyarakat luas. Dengan demikian, PSTM berperan sebagai duta kebudayaan yang memperkuat kebanggaan akan kekayaan budaya Indonesia.
Peringatan satu tahun berdirinya Persatuan Silat Tradisional Minangkabau merupakan momentum penting untuk merayakan pencapaian dan semangat dalam menjaga dan mempromosikan budaya Indonesia. PSTM telah membuktikan bahwa silat tradisional Minangkabau adalah warisan yang tak hanya dimiliki oleh suku Minangkabau, Ujar Dewan pembina PSTM H. Denis Muis Sutan maruhun tetapi juga merupakan harta yang berharga bagi bangsa Indonesia.

