BerandaNusantaraDKI JakartaSMPN 07 Lubuk Basung Diguncang Kontroversi: Kepala Sekolah Dinilai Otoriter, Siswa Belajar...

SMPN 07 Lubuk Basung Diguncang Kontroversi: Kepala Sekolah Dinilai Otoriter, Siswa Belajar Daring

Agam, – Sabtu,27/09/2025,mitrapolda.online.Dunia Pendidikan di Kabupaten Agam, kembali menjadi sorotan. Kepala Sekolah SMPN 07 Lubuk Basung dinilai gegabah dan otoriter setelah memutuskan meliburkan kegiatan belajar tanpa alasan jelas, menyusul insiden pengeroyokan satpam oleh murid dan orang tua.

Alih-alih menyelesaikan persoalan, kebijakan tersebut justru menimbulkan masalah baru. Sejumlah wali murid mengaku kecewa karena anak-anak mereka kehilangan hak belajar akibat keputusan sepihak.

“Sekolah bukanlah milik pribadi. Kami sangat dirugikan karena anak-anak seharusnya tetap belajar, bukan dikorbankan gara-gara konflik internal, empat hari belakangan asupan ilmu pendidikan anak kami diciderai ” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Keputusan sepihak ini juga menuai kritik tajam dari masyarakat. Mereka menilai kepala sekolah gagal menunjukkan kepemimpinan yang bijak dan lebih mementingkan ego dibanding mencari solusi bersama.

Ironisnya, pihak pemerintah daerah Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, seakan diam dan tutup mata tanpa ada tindakan yang berarti, dan seakan sepakan dengan gaya otoriter kepemimpinan sang kepala sekolah

“Sebagai yang paling bertanggung jawab Bupati Agam Benni Warlis, melalui Dinas terkait memanggil pihak sekolah dan komite untuk klarifikasi. Prinsipnya, tidak boleh ada kebijakan yang merugikan siswa. Pendidikan adalah hak mereka yang tidak bisa diabaikan,” namun tidak dilakukan.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat juga menambahkan, pemerintah daerah tidak boleh membiarkan gaya kepemimpinan otoriter merusak iklim pendidikan.

“Ini bukan sekadar masalah sekolah. Jika dibiarkan, bisa menjadi contoh buruk bagi lembaga pendidikan lain. Pemerintah harus berani bersikap tegas,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi wartawan via whastaap Sabtu (27/9) terkait persodlan ini dengan gampang sang kepala sekolah SMPN 7 Lubuk Basung, mengatakan, “Ambo mohon maaf pak
Kondisi kesehatan ambo sdg buruk pak, Tensi saya tinggi dan jantung kayak kurang mendukung, Kalau boleh ambo minta waktu menunggu Kondisi ambo membaik pak, Kalau kondisi ambo alah baik akan ambo hubungi apak balik, Terimakasih atas pengertian nya pak
Faktor usia Iyo Pulo
Ambo lah dekat pensiun” seakan lari dari persoalsn.

Kini publik menanti, apakah Pemerintah Kabupaten Agam benar-benar akan bertindak terhadap oknum pimpinan sekolah yang dinilai bertindak diktator, atau membiarkan polemik ini terus berlarut dan merugikan generasi muda.

By: Bagindo Piliang

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments