Rokan Hilir – mitrapolda.online.Di balik keterbatasan yang masih dihadapi penyandang disabilitas, Aktifis Penyandang Disabilitas Republik Indonesia (APDR) Kabupaten Rokan Hilir memperingati Hari Disabilitas Nasional, 3 Desember 2025, melalui kegiatan berbagi dan silaturahmi.

Momentum ini menjadi suara dari keterbatasan yang disuarakan secara terbuka, sekaligus desakan moral agar pemerintah daerah hadir memberikan perhatian serius dan kebijakan yang berpihak kepada penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua APDR Rohil, Muhammad Ludiar, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD KPK Independen Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam kegiatan tersebut, APDR Rohil berbagi dengan sesama anggota sekaligus menjalin silaturahmi dan dialog kebersamaan antar penyandang disabilitas.
Muhammad Ludiar menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi terhadap kondisi riil penyandang disabilitas di Kabupaten Rokan Hilir yang masih membutuhkan perhatian khusus.
“Kami ingin menyampaikan bahwa penyandang disabilitas di Rohil masih banyak yang membutuhkan perhatian serius.
Jangan sampai kami hanya diingat saat peringatan hari besar, tetapi dilupakan dalam kebijakan dan program nyata,” tegas Muhammad Ludiar.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dapat lebih membuka ruang pembinaan, pemberdayaan, serta program berkelanjutan bagi penyandang disabilitas, baik melalui OPD terkait maupun kolaborasi dengan pihak swasta.
Meski menyuarakan kritik, Ketua APDR Rohil tetap menyampaikan optimisme bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan kepentingan penyandang disabilitas sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama.
“Kami optimis pemerintah daerah ke depan akan lebih peduli dan memprioritaskan penyandang disabilitas. Kami bukan warga kelas dua, kami memiliki potensi yang bisa berkembang jika diberikan kesempatan dan bimbingan,” tambahnya.
Berdasarkan data APDR Rohil, hingga saat ini tercatat sekitar 70 penyandang disabilitas yang tergabung dalam APDR Rohil dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda. Seluruhnya membutuhkan perhatian, bimbingan, serta dukungan nyata dari pemerintah daerah maupun pihak swasta di Kabupaten Rokan Hilir.
APDR Rohil berharap peringatan Hari Disabilitas Nasional ini menjadi titik balik lahirnya kebijakan yang lebih inklusif, adil, dan berpihak pada penyandang disabilitas, sehingga tidak ada lagi suara dari keterbatasan yang harus berteriak untuk sekadar didengar.
Redaksi ; Ade nofky

