
Keterangan Gambar : Raden Cici Sistiansyah, Kadisdik Sergai /foto dikutip dari akun facebook Dewan Pendidikan Sergai (kiri). Darwin, Korwilcam Dolok Merawan/foto dikutip dari akun facebook Empatsembilan Pamela (kanan). Kolase foto/Mitra Polda.Online.
Serdang Bedagai, Sumatera Utara – Mitra Polda.Online :
Kinerja Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Raden Cici Sistiansyah dan Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dinas Pendidikan Kecamatan Dolok Merawan, Darwin SPd Disorot Publik/Masyarakat, Jumat (9/1/25).
Publik mempertanyakan kinerja Raden Cici Sistiansyah selaku Kadisdik Sergai dan Darwin selaku Korwil Dolok Merawan atas adanya keluhan dari guru yang merasa “tertekan” dengan adanya dugaan pungutan liar (pungli) kepada guru-guru dengan adanya kebijakan yang diduga dilakukan Korwil Dolok Merawan, diduga dengan memberikan perintah atau arahan kepada kepala sekolah untuk memerintahkan kepada guru-guru agar mengeluarkan uang sebesar 2,5 persen dari dana sertifikasi yang diterima oleh guru-guru untuk digunakan merenovasi ringan bangunan sekolah seperti mengecat dinding bangunan sekolah.
Informasi tersebut didapatkan mitrapolda.online dari sumber yang dapat dipercaya dari orang dalam dilingkungan Dinas Pendidikan Kecamatan Dolok Merawan, Satuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai yang meminta namanya agar dirahasiakan dan tidak dipublikasikan demi keselamatan.
“Iya, memang dibilang Korwil sama Kepala Sekolah. Datanglah si Darwin sebagai Korwil baru, rapat lah orang itu, habis rapat kata Korwil, untuk kenyamanan kelas, setiap sertifikasi keluar dikutip 2,5 persen untuk ngecat sekolah,” ungkap sumber kepada Wartawan Mitra Polda.Online dengan nada kesal karena kebijakan Korwil dan Kepsek yang disampaikan tersebut.
Sumber menjelaskan, bahwa guru-guru merasa tertekan dengan adanya kebijakan yang tidak sesuai prosedur dan menyimpang dari peraturan yang ada.
“Serti keluar dikutip 2,5 persen untuk ngecat sekolah, kok gak sekalian aja sama seng-seng yang bocor, supaya cantik sekolah dan gak keluar uang BOS nya..?,” jelas sumber dengan nada kesal dan geram.
“Tolong lah, ini gak adil, udah gak betul kayak gini caranya,” ungkap sumber meminta bantuan kepada mitrapolda.online.
Kinerja Darwin sebagai Korwilcam dinilai tidak becus dengan adanya kebijakan yang “aneh” tersebut.
“Baru Bulan Desember (menjabat Korwil), masa langsung gitu permainannya,” tegas sumber mengkritik kinerja Darwin selaku Korwil Dolok Merawan.
Terkait hal itu, mitrapolda.online melakukan konfirmasi kepada Korwil Dolok Merawan, Darwin, melalui sambungan telepon dan pesan whatsapp (WA), pada Kamis 7 Januari 2025, tapi pesan yang dikirim beberapa kali tidak dibalas, ditelepon berulangkali tidak diangkat, padahal pesan masuk dan dan panggilan berdering.
Mitrapolda.online juga mencoba melakukan konfirmasi kepada beberapa Kepala Sekolah yang ada di Kecamatan Dolok Merawan, tetapi mereka tidak dapat ditemui.
Mitrapolda.online juga melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 102129 KP MAINU, Sarmauli Simbolon.
“maaf pak saya gak pernah menyuruh gr² utk mengecet ruang kls,” kata Sarmauli.
Terkait adanya keluhan guru, mitrapolda.online juga melakukan konfirmasi kepada Kadisdik Sergai, Raden Cici Sistiansyah, dirinya menegaskan tidak ada memberikan perintah terkait hal tersebut.
“tidak ada arahan ataupun perintah dari dinas pendidikan
terkait dugaan tsb, akan saya cari informasi dan kalau ada bukti yg kuat dapat dilaporkan kepada kami dinas pendidikan,” balas Raden Cici Sistiansyah.
Adanya keluhan dari guru terkait kebijakan dugaan “pungli” tersebut menimbulkan pertanyaan dan sorotan bagi publik, terkhusus media massa sebagai sosial kontrol.
Sumber juga menjelaskan, dengan adanya pemberitaan di media, diduga guru-guru diarahkan untuk membuat surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai, pada Kamis 8 Januari 2026, surat tersebut berisikan :
“Bersedia menerima kunjungan Bapak Korwil Kec Dolok Merawan yaitu Bapak Darwin, SPd dan saran serta arahan dari Bapak Darwin untuk memperindah demi kenyamanan dan kelancaran belajar peserta didik”.
Surat pernyataan tersebut terkesan janggal, apa maksud dan tujuan dibuatnya surat pernyataan dari guru-guru tersebut.
Adanya surat pernyataan yang diduga dikoordinir tersebut menimbulkan pertanyaan dan dugaan yang semakin kuat tentang adanya dugaan pungli dana sertifikasi dengan alasan untuk memperindah sekolah.
“Semestinya guru-guru tidak perlu membuat surat pernyataan tidak keberatan diatas materai atas kunjungan korwil, karena hal yang wajar jika korwil berkunjung ke sekolah-sekolah, membina dan memberikan saran serta arahan, karena Korwilcam adalah perpanjangan tangan Dinas Pendidikan di wilayah kerja mereka untuk memastikan mutu pendidikan” tegas Suprapto salah satu warga masyarakat.
Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang, mitrapolda.online juga telah melakukan konfirmasi melalui telepon dan pesan whatsapp terkait adanya surat pernyataan guru-guru yang diduga didalangi oleh oknum tertentu yang diduga sengaja dibuat untuk “cuci tangan”.
Upaya konfirmasi telah dilakukan mitrapolda.online kepada Kadisdik Sergai, Raden Cici Sistiansyah. Korwil Dolok Merawan, Darwin. Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) yang juga Plt Kepala Sekolah SD Negeri 102123 Dolok Merawan, Hiras Lumbantoruan. Kepsek SD Negeri 102129 KP MAINU, Sarmauli Simbolon, pada Jumat 9 Januari 2025 sekitar Pukul 09.00 WIB, tapi hingga berita diterbitkan, semua “bungkam” tidak memberikan tanggapan dan klarifikasi terkait adanya surat pernyataan dari guru-guru tersebut. (IRLAN).

