Maninjau —mitrapolda.online. Minggu 4/1/2026 Satuan Brimob Polda Sumatera Barat melalui SAR Batalyon B kembali turun ke lapangan pasca terjadinya longsor susulan di Kecamatan Tanjung Raya, kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, pada Kamis, 1 Januari 2026.

Kegiatan evakuasi dan pembersihan material longsor dilakukan di Jorong Maninjau, Kenagarian Maninjau,sebagai bentuk respons cepat atas dampak bencana yang kembali mengancam keselamatan warga.
Operasi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh DPP Aiptu Penrizal bersama 21 personel Brimob dari batalion por B.

Di lokasi kejadian, Aiptu Penrizal menyampaikan kepada awak media bahwa kondisi longsor susulan kali ini dinilai jauh lebih parah dibandingkan bencana awal. Menurutnya, longsoran tersebut tidak dapat diprediksi karena kondisi alam yang sangat labil.
“Melihat situasi di lapangan, material longsor dari hulu masih sangat berpotensi terjadi longsor susulan. Kondisinya cukup berbahaya dan membutuhkan kewaspadaan ekstra,” ujar Aiptu Penrizal.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Maninjau dan sekitarnya, agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari serta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.
Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Penrizal menegaskan bahwa wilayah Maninjau saat ini menjadi prioritas penanganan baik oleh Pemerintah Kabupaten Agam maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam rangka mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.
Lebih lanjut, ia berharap ke depan seluruh sumber daya manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Agam dapat diberdayakan secara maksimal, serta seluruh stakeholder terkait dapat saling bersinergi dalam penanganan bencana.
“Kita tidak boleh lengah dengan situasi ini. Alam tidak bisa diperkirakan dan tidak bisa direkayasa, Kesiapsiagaan menjadi kunci utama,” tegasnya.
Sementara itu, awak media mitrapolda.online sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Agam turut menyuarakan harapan agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, khususnya Pemerintah Kabupaten Agam, dapat menetapkan status siaga bencana terhadap wilayah Maninjau dan Malalak, mengingat potensi longsor susulan yang masih sangat tinggi.
Redaksi: Ade nofky

